-
- Shop Titanium Disc Rack
- Anodizing Supply
- About Us
- Contact Us
- 720 Rules Calculator
- FAQ
- Login
- Aluminum Anodizing supply - titanium disc and rack
- shipping worldwide!
Kini, rekonsiliasi terus diupayakan. Festival budaya bersama antara Dayak dan Madura mulai jarang diadakan, namun dialog antartokoh adat masih berlangsung. Harapannya generasi muda—yang tidak mengalami langsung peristiwa 1999-2001—dapat membangun kembali jembatan persaudaraan. Karena satu fakta tidak bisa diubah: membuktikan bahwa kekerasan hanya melahirkan penderitaan tanpa akhir.
Pada 18 Februari 2001, bentrokan tak terkendali. Ribuan suku Dayak, yang telah mempersiapkan senjata tradisional (mandau, sumpit beracun) dan senjata api rakitan, melakukan serangan sistematis ke permukiman Madura. Mereka membakar rumah-rumah dan menutup jalur evakuasi. Selama tiga minggu pertama, lebih dari 500 orang Madura tewas. Namun, jumlah sebenarnya tidak pernah diketahui (perkiraan korban tewas 500 hingga 1.500 orang). Yang membuat dunia internasional bergidik adalah modus operandi : puluhan mayat ditemukan dalam kondisi tanpa kepala dan organ dalam yang hilang. Polisi menemukan bukti bahwa ritual adat "mengayau" (memenggal musuh sebagai simbol kekuatan) dihidupkan kembali, dan beberapa pelaku mengakui bahwa mereka memanggang serta memakan hati musuh sebagai bentuk "sumpah setia" antar-pejuang Dayak. perang dayak dan madura
Oleh: Tim Sejarah Nusantara