Bahkan, beberapa fashion psychologist mulai menggunakan format ini sebagai alat terapi gaya. Klien diminta membuat video “tentang sayangnya” untuk mengidentifikasi style block mereka. Misalnya: “Sayangnya, aku suka vintage tapi takut dianggap kuno.” Konten duo sayangnya fashion and style content bukan sekadar tren lewat. Ini adalah bentuk perlawanan halus terhadap standar kecantikan yang kaku. Ini adalah tawa bersama tentang ironi menjadi manusia yang ingin tampil menarik tapi juga ingin nyaman.
Namun, ketika kita mengupas lebih dalam, muncul sebuah sub-niche yang jauh lebih menarik: ketika kita mengupas lebih dalam
Karena pada akhirnya, style is about expressing who you are, without saying sorry for who you are not. ketika kita mengupas lebih dalam