Mereka berdua bangkit, mengeringkan diri, dan menyiapkan sarapan sederhana. Meskipun hanya satu malam, ikatan yang terbentuk di antara mereka lebih dari sekadar rangkaian gerakan; itu adalah pertemuan dua jiwa yang saling melengkapi, mengisi kekosongan yang lama terpendam, dan memberi arti baru pada arti kebersamaan.
Mary tersenyum, mengusap rambut Dass yang basah oleh keringat malam. “Aku juga, Dass. Terima kasih karena mengerti bahwa aku masih... ingin hidup.” “Aku juga, Dass
Dass perlahan‑lahan menyentuh bahu Mary, menggesekkan jarinya di sepanjang lehernya. Mary menghela napas dalam, merasakan kehangatan tangan itu menembus kulitnya. Kedua napas mereka berbaur, menjadi satu irama yang menenangkan sekaligus menggetarkan. Mary menghela napas dalam, merasakan kehangatan tangan itu
Dan ketika mereka melangkah keluar dari rumah kayu itu, melangkah ke hari yang baru, hujan sudah berhenti, meninggalkan aroma tanah basah yang menegaskan bahwa setiap akhir selalu mengawali sebuah permulaan. Mary menghela napas dalam